AWAS Diabetes Penyakit Berbahaya. Resikonya Kematian Kalo Tetap Dibiarkan

Hingga saat ini belum diketahui pengobatan untuk penyakit diabetes. Penyakit ini telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia dan yang paling menakutkan kemunculannya kadang tidak kita sadari. Diabetes bisa muncul karena gaya hidup yang buruk, sering mengkonsumsi gula secara berlebihan, dan lain-lain. Diabetes bisa memicu penyakit lainnya yang lebih mematikan melalui komplikasi dari berbagai penyakit. Efeknya mengerikan, selain bisa kehilangan beberapa anggota tubuh, pada stadium lanjut bisa mengakibatkan kematian. Karena itu penting sekali untuk mengetahui apa saja penyebab penyakit diabetes, bagaimana mencegahnya, dan bagaimana cara hidup dengan diabetes tetapi tetap bisa produktif dalam beraktivitas.

Diabetes bisa dibicu oleh banyak hal, baik itu oleh makanan atau karena kebiasaan hidup yang buruk. Jika anda menemukan indikasi berikut ini ada pada diri anda, silakan rubah gaya hidup anda sebelum semuanya terlambat.

1. Keseringan minum teh manis

Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Sering Makan Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Kebiasaan Ngemil Yang Terlalu Ekstrim

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Terlalu Sering Bergadang

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Kurang gerak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering merasa stress

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Terlalu sering merokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Memakai Pil Kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Tidak ingin kulit menghitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Sering minum minuman bersoda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.

Lantas bagaimana cara praktis dan alami untuk mengatasi diabetes? Karena telah diketahui bahwa upaya medikasi dengan pengobatan modern belum membuahkan hasil yang memuaskan. Karena itu semua orang beralih pada cara alami yang lebih aman, tidak memiliki efek samping dan bisa dikatakan murah. Tengok saja cara-cara berikut yang bisa anda aplikasikan :

Medikasi dengan Lidah buaya

Penelitian menunjukkan bahwa jus tanaman lidah buaya dapat membantu memperbaiki kadar glukosa darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Lidah buaya juga telah terbukti dapat menurunkan lemak atau molekul lipid darah pada pasien diabetes tipe 2. Selanjutnya, lidah buaya dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan, keduanya merupakan komplikasi diabetes yang umum.

Medikasi denganLemon

Lemon dicari sebagai makanan super untuk serat larut dan vitamin C dalam jumlah tinggi, yang keduanya terbukti bermanfaat bagi penderita diabetes. Serat larut telah terbukti mengurangi gula darah, sekaligus menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol. Vitamin C dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan dapat memperbaiki resistensi insulin.

Medikasi dengan Kunyit

Kunyit memiliki sifat anti-glikemik yang membantu mendukung berfungsinya pankreas, mengatur dan menyeimbangkan kadar insulin serta mencegah resistensi insulin dalam tubuh. Sebuah studi menunjukkan bahwa ekstrak kunyit sangat efektif untuk mencegah timbulnya diabetes dan membantu memperbaiki kerusakan sel beta pankreas.

Medikasi dengan Teh hijau

Teh hijau mengandung antioksidan polifenol tinggi, senyawa hipoglikemik yang membantu memperlancar pelepasan glukosa dari makanan. Polifenol juga meningkatkan efisiensi penggunaan insulin oleh tubuh.

Sebuah studi telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi enam atau lebih cangkir teh hijau setiap hari membuat Anda 33 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena resiko diabetes.

Medikasi dengan Kayu manis

Kayu manis telah terbukti khasiatnya menurunkan kadar glukosa darah dengan merangsang aktivitas insulin. Penyajiannya harus dikonsumsi dalam bentuk murni (kayu manis keylon) untuk menghindari senyawa kuman beracun yang ditemukan pada kayu manis biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink