BAU MULUT Sama Dengan Neraka Dunia. Usir Dengan Formula Hebat Ini

Bau mulut membuat orang lain enggan untuk sekadar menyapa. Problem bau mulut dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia. Bau mulut bisa disebabkan oleh banyak hal tapi jika hal itu sudah terjadi sebaiknya tidak dibiarkan saja tetapi secepatnya ditangani agar tidak timbul permasalahan yang lebih pelik lagi. Nah, terkait bau mulut, pasti dong pengidapnya orang yang tidak pandai menjaga kesehatan mulut. Ya bisa jadi orang itu jorok sehingga tidak pernah gosok gigi atau membiarkan sisa makanan terselip di sela-sela gigi. Ini bisa mengakibatkan bakteri tinggal disitu dan memicu kerusakan gigi, bau mulut, dan hal menjijikkan lainnya. Jika tidak ingin hal ini terjadi pada anda, sebaiknya anda lebih memperhatikan kondisi gigi dan mulut anda. Rajin-rajinlah menggosok gigi, berkumur, dan membersihkan gigi. Oke lebih diperhatikan yah kondisi giginya agar bakteri penyebab bau mulut tidak tinggal di mulutmu. Selengkapnya mari kita bahas soal ini dalam uraian berikut ini.

Hal-Hal Di Bawah Ini Bisa Memicu Berkembangnya Bakteri : 

  1. Suhu
  2. Potensial REDOX atau anaerobiosis (bentuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa adanya oksigen)
  3. pH (tingkat asam basa)
  4. Nutrisi (endogen & exogen (diet))
  5. Pertahanan tubuh (bawaan & akusisi)
  6. Genetika tubuh (perubahan respon imun, dll.)
  7. Zat antimikroba & inhibitor (penghambat)

Jenis-jenis bakteri mulut yang membahayakan

Dari sekian banyak bakteri di dalam mulut, ada yang merupakan bakteri baik dan bakteri jahat. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteri negatif yang paling utama:

  1. Phorphyromonas: P. gingivalis, patogen periodontal utama
  2. Pevotella: P. intermedia, pantogen periodontal
  3. Fusobacterium: F. nucleatum, periodontal pathogen
  4. Antinobacillus/Aggregatibacter: A. actinomycetemcomitans, tergabung dalam periodontitis agresif
  5. Treponema: T. denticola, kelompok penting dalam kondisi periodontal akut, seperti ANUG
  6. Neisseria
  7. Veillonella

Berikut Adalah Penyakit-Penyakit Yang Bisa Muncul Karena Bakteri di Mulut

Infeksi Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi rongga mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Periodontitis dianggap sebagai penyakit nomor dua di dunia setelah pembusukan gigi. Periodontitis sebagian besar disebabkan oleh iritasi bakteri patogen spesifik seperti phorphyromonas gingivalis, prevotella intermedia, bacteriodes forsytus, dan actinobacillus actinomycetemcomitans.

Tingkat keparahan dan peningkatan kemunculan periodontitis dapat meningkat pada orang yang mengidap diabetes dan akan lebih buruk apabila diabetes kurang terkontrol. Periodontitis dapat memperburuk diabetes dengan mengurangi kontrol glikemik (pengontrol peningkatan gula darah).

Gangguan Jantung

Orang yang memiliki risiko periodontitis juga akan berisiko terkena penyakit jantung. Namun, jika orang tersebut sudah terkena periodontitis, maka ia akan berisiko 2 kali lipat terkena penyakit jantung. Peran infeksi dan peradangan pada aterosklerosis (kondisi penyempitan pembuluh darah) semakin jelas.

Peradangan periodontitis kronis adalah salah satu infeksi pada manusia yang paling umum dengan sebanyak 10-15% populasi mengalami kelanjutan dari penyakit periodontal, yaitu penyakit jantung. Dalam konteks penyakit jantung, individu dengan periodontitis dilaporkan memiliki peningkatan risiko penyakit, termasuk koroner, stroke, infark miokard (serangan jantung) ,dan aterosklerosis. Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa beban bakteri P.gingivalis, A.actinomycetemcomitans, T.denticola, dan Tannarella forythia dalam sampel plak subgingiva dapat dikaitkan dengan penebalan intima-media (disfungsi pembuluh koroner jantung).

Kondisi kronis peradangan dan beban terhadap mikroba juga dapat membuat seseorang menjadi rentan terkena penyakit jantung yang disebabkan infeksi lain oleh bakteri Chlamydia pneumoniae.

Tahukah anda bahwa bau mulut merupakan pertanda bahwa anda mempunyai penyakit diabetes ? Berikut penjelasannya :

Adakah Korelasi Antara Bau Mulut dengan Diabetes

Nafas Anda memiliki kemampuan menarik untuk memberikan petunjuk mengenai kesehatan Anda secara keseluruhan. Sama seperti bau mulut bisa menjadi tanda diabetes, bau amonia berhubungan dengan penyakit ginjal. Demikian pula, bau mulut yang sangat busuk mungkin merupakan tanda dari anoreksia nervosa. Penyakit lain, seperti asma, fibrosis sistik, kanker paru-paru, dan penyakit hati juga dapat menyebabkan bau yang berbeda pada nafas.

Bau mulut, juga disebut halitosis, bahkan mungkin digunakan dokter untuk mengidentifikasi diabetes. Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa analisis nafas menggunakan infra merah secara efektif dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki prediabetes atau diabetes stadium awal. Selain itu, para peneliti di Western New England University sedang menguji breathalyzer yang mengukur kadar glukosa darah.

Apa Kaitan Antara Diabetes dengan Bau Mulut

Halitosis terkait diabetes memiliki dua penyebab utama: penyakit periodontal dan tingginya tingkat keton dalam darah.

Penyakit periodontal

Diabetes dan penyakit periodontal seperti pedang bermata dua. Sementara diabetes dapat menyebabkan penyakit periodontal, penyakit ini juga dapat membuat masalah lebih lanjut bagi penderita diabetes. Menurut sebuah laporan di IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, diperkirakan 1 dari 3 orang dengan diabetes juga akan mengalami penyakit periodontal. Penyakit jantung dan stroke, yang merupakan komplikasi dari diabetes, juga terkait dengan penyakit periodontal.

Diabetes dapat mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh Anda, termasuk gusi Anda. Jika gusi dan gigi tidak menerima asupan darah yang tepat, mereka bisa menjadi lemah dan lebih rentan terhadap infeksi. Diabetes juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam mulut Anda, meningkatkan pertumbuhan bakteri, infeksi, dan bau mulut. Keadaan menjadi lebih buruk, ketika gula darah tinggi Anda menyebabkan tubuh sulit untuk melawan infeksi, yang membuat penyembuhan gusi menjadi sulit.

Penyakit periodontal, juga disebut penyakit gusi, termasuk gingivitis, periodontitis ringan, dan periodontitis lanjut. Dalam penyakit ini, bakteri menyerang jaringan dan tulang yang menyokong gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan peradangan. Peradangan dapat mempengaruhi metabolisme dan meningkatkan gula darah Anda, yang memperburuk diabetes.

Jika Anda mengalami penyakit periodontal, mungkin lebih susah dan memakan waktu lebih lama untuk sembuh daripada orang tanpa diabetes.

Karena pentingnya kesehatan gigi, gangguan apapun yang berkenaan dengan gigi harus diatasi. Bukan cuma soal cerita, anda harus melakukannya dengan segera. Untuk mengatasi bau mulut ekstrim, anda bisa melakukan beberapa hal ini :

Sikat gigi lebih sering

Penyebab utama dari bau mulut adalah plak yang menempel di gigi dan mengandung banyak bakteri. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi juga dapat memperburuk keadaan tersebut. Normalnya, setiap orang dianjurkan untuk menyikat gigi dua kali sehari. Jika anda merasa bermasalah dengan bau mulut, sikatlah gigi sedikit lebih banyak dari yang dianjurkan.

Namun jangan melakukannya dengan keras/agresif, karena bisa jadi dapat merusak enamel gigi, dan membuat gigi mudah rusak.

Gosok Lidahmu 

Selaput atau lapisan yang terbentuk di lidah dapat menampung bakteri yang berbau busuk. Oleh karena itu, gosoklah lidah secara perlahan untuk membersihkan bakter tersebut. Sebaiknya gunakan alat khusus untuk membersihkan lidah (tounge-scraper), atau paling tidak temukan sikat gigi yang memungkinkan untuk digunakan sebagai penggosok lidah.

Hindari Kondisi Mulut Kering

Kurangnya saliva (air liur) bisa membuat gigi membusuk dan menyebabkan bau mulut. Masalah ini relatif mudah untuk diatasi, yaitu dengan meminum cukup air dalam sehari. Alternatif lain adalah dengan mengunyah permen karet atau permen biasa yang tidak mengandung banyak gula, yang dapat membantu menstimulasi air liur.

Jangan pernah Lupa Untuk Sarapan Pagi

Ya. Sarapan di pagi hari bisa menghilangkan bau mulut. Selain sangat bermanfaat bagi kesehatan secara umum, sarapan pagi juga menyebabkan mulut memproduksi lebih banyak air liur, menyebabkan mulut tidak kering, sekaligus menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.

Jagalah Kesehatan Gusi dengan Baik

Penyakit gusi juga merupakan penyebab umum bau mulut. Berbagai macam bakteri yang terakumulasi di celah kecih pada dasar gigi menyebabkan aroma tidak sedap. Konsultasikan masalah ini dengan dokter gigi jika anda merasa memiliki penyakit pada gusi.

Jangan Konsumsi Lagi Makanan Penyebab Bau Mulut

Misalnya adalah bawang. Bawang dikenal sebagai makanan yang menyebabkan napas menjadi tidak sedap. Menyikat gigi setelah mengkonsumsi bawang tidak akan menghilangkan aroma tidak sedap tersebut karena kandungan-kandugnan pada bawang telah masuk ke dalam tubuh dan sampai pada paru-paru, tempat keluarnya napas.

Satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan tidak mengkonsumsi bawang, khususnya sebelum anda bersosialisasi dengan orang lain.

Berkumur Sesering Mungkin

Menggunakan cairan/obat kumur bisa menyegarkan napas. Terlebih lagi, cairan kumur yang berlabel antibakteri dapat mencegah terbentuknya plak. Selain itu, berkumur dengan air biasa juga sangat baik untuk menyegarkan napas, sekaligus membersihkan sisa-sisa makanan.

Hentikan Kebiasaan Merokokmu

Merokok, selain dari bahaya-bahaya lain yang ditimbulkannya, juga dapat menyebabkan bau tidak sedap di mulut. Merokok dapat merusak lapisan gusi dan membuat gigi menjadi kekuningan. Kebiasaan merokok biasanya sangat sulit dihentikan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli terapi untuk mengatasi masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink