DERITA SUSAH TIDUR Memang Mengerikan, Berkat Teknik Ini Tidurmu Akan kembali Pulas

Orang bilang bergadang itu berbahaya jika terus menerus dilakukan anda bisa menderita penyakit susah tidur alias insomnia. Gangguan insomnia sangat terasa ketika kita harus melakukan aktivitas berat dan melelahkan sementara kondisi tubuh tidak fit. Akibat bergadang juga bisa dirasakan pada tubuh di mana resistensi tubuh terhadap serangan penyakit berkurang drastis. Tubuh kita jadi mudah terserang penyakit dan jika ini berlangsung tanpa henti, berbagai kondisi bisa terjadi pada anda dan semua itu tidak kita inginkan. Misalnya saja saat anda mengendarai kendaraan di jalan raya, karena kondisi tubuh lemah, bisa saja anda tiba-tiba pingsan hingga mengalami kecelakaan. Coba bayangkan, bagaimana jika ini sampai terjadi. So hindari bergadang jika itu memang tidak diperlukan.

Derita penyebab insomnia

Insomnia dapat terjadi karena disebabkan karena beberapa faktor, baik karena faktor biologis, medis, psikologis, maupun kerena faktor lingkungan.

1. Faktor Medis dan Biologis

Faktor usia. Penelitian menunjukkan bahwa sesorang yang sudah berusia lanjut lebih beresiko mengalami insomnia daripada yang masih muda.

  • Hormon yang diproduksi pada wanita hamil dan menstruasi.
  • Masalah dengan jet lag (mabuk udara).
  • Kerusakan otak seperti stroke atau alzheimer.
  • Faktor genetik (bawaan lahir), meskipun sangat jarang terjadi.
  • Efek samping penggunaan obat, soda, narkoba, alkohol, atau kafein.

2. Faktor Psikologis

Faktor gangguan mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan (anxiety disorder), atau gangguan kepribadian bipolar.

  • Beban pikiran yang terlalu banyak.
  • Faktor psikis seperti ketakutan, paranoid, stress, depresi, kecemasan, serta tekanan mental dan emosional.
  • Ketakutan akibat gangguan pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement) seperti mimpi buruk, tindihan (sleep paralysis), atau berjalan saat tidur (sleepwalking).

3. Faktor Dari Luar

Jam kerja yang berubah-ubah atau tidak teratur. Sehingga tubuh akan sulit menyesuaikan diri.

  • Kelelahan fisik.
  • Bekerja pada malam hari.
  • Lingkungan yang tidak mendukung untuk tidur.
  • Pola tidur yang tidak teratur.

Insomnia dan Gejala Susah Tidur tidak menambah apapun selain kesulitan dan kemelaratan dalam kehidupan. Bahayanya begitu nyata dan berpotensi mematikan.

Insomnia dan Dampak Buruknya Terhadap Kesehatan

Resiko Kematian Berlipat Ganda : Peneliti Inggris menemukan bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil sebuah penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2007 , orang yang tidur kurang dari 5-7 jam sehari meningkatkan risiko kematiankarena berbagai faktor. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Terkena obesitas : Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan sangat memungkinkan menjadi gemuk.

Hubungan antara tidur dan hormon yang mengatur nafsu makan: Ghrelin merangsang rasa lapar, dan sinyal leptin merangsang nafsu makan keotak. Waktu tidur yang pendek dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan ghrelin. Kurang tidur tidak hanya merangsang nafsu makan, tapi juga merangsang keinginan untuk makan makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Namun penelitian terus dilakukan untuk menguji, apakah tidur yang baik harus menjadi bagian standar bagi program penurunan berat badan .

Cepat lupa pada sesuatu : Pada tahun 2009 , peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis menemukan bahwa peristiwa otak yang disebut dengan sharp wave ripples, bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Even ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples terjadi terutama pada saat tidur.

Memperburuk kesehatan kulit : Kebanyakan orang kulitnya terlihat pucat dan mata bengkak karena kurang tidur malam. Kondis karena kurang tidur yang kronis bisa mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata. Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, maka tubuh akan melepaskan hormon stres (kortisol) berlebih. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis . Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh kurang mengeluarkan hormon pertumbuhan(HGH). Ketika kita masih muda, hormon HGH mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini, hormon ini membantu untuk meningkatkan massa otot, penebalan kulit, dan memperkuat tulang.

Menimbilkan masalah depresi : Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Pennsylvania tahun 1997 melaporkan bahwa tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari bisa menyebabkan orang menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur menjadi salah satu penyebab gejala depresi. Insomnia dan kurangnya nafsu makan akibat depresi saling terkait. Kurang tidur bisa memperparah gejala depresi, dan depresi itu sendiri akan membuat lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

Sulit berfokus pada hal penting : Pola tidur yang baik berperan penting untuk berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Yang pertama pertama adalah terngganggunya kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini akan membuat proses belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Terus yang kedua, Siklus tidur di malam hari berperan dalam menguatkan memori dalam pikiran. Jadi jika tidak cukup tidur, maka kita tidak akan mampu mengingat apa yang telah kita pelajari dan alami seharian. Bahkan kurang tidur berpengaruh bagi Otak

Terekspose pada problem kesehatan : Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat menyebabkan risiko serius seperti penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, denyut jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, stroke, dan diabetes. Menurut beberapa penelitian, 90 persen orang dengan insomnia (gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tidak tidur sepanjang malam) juga mengalami risiko kesehatan yang serupa. Kecelakaan : Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar. Harus diakui bahwa kurang tidur juga berdampak pada keselamatan saat berkendara di jalan. Kelelahan adalah penyebab utama human error dari kecelakaan mobil, dan resikonya setara dengan mengemudi sambil mabuk. Kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera di tempat kerja . Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka saat bekerja, dan secara terus-menerus mengalami kecelakaan yang sama di tempat kerja.

Terpapar masalah penurunan gairah seks : Para ahli melaporkan bahwa kurang tidur pada pria dan wanita mengurangi libido atau dorongan untuk berhubungan seks. Hal ini disebabkan karena energi habis, mengantuk, dan meningkatnya ketegangan. Untuk pria yang menderita sleep apnea (masalah pernapasan saat tidur) , kurang tidur menyebabkan gairah seksual menurun. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 , hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Serta hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah, memiliki tingkat testosteron rendah pada malam hari .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink