MANFAAT Daun Salam Untuk Kesehatan dan Kebutuhan Sehari-Hari

Siapa tidak kenal dengan daun salam. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai penyedap berbagai masakan. Banyak ibu-ibu di rumah menggunakan daun salam sebagai tambahan dalam berbagai menu masakan. Tentu menyehatkan karena secara ilmiah daun salam mengandung banyak zat penting, khususnya zat anti bakteri yang memerangi bakteri-bakteri dalam tubuh manusia. Zat anti bakteri pada daun salam berperan untuk mencegah bakteri berbahaya dari makanan masuk ke dalam tubuh manusia. Selanjutnya, banyak info tentang daun salam akan dijelaskan dalam artikel ini. Selamat mengikuti.

Mengidentifikasi Sejarah Daun Salam

Lebih dari setengah jumlah manusia yang ada di dunia ini tidak ada lagi yang tidak kenal dengan daun salam. Daun salam dapat kita temukan di pasar, di toko rempah-rempah, di toko teluk daun kering, bahkan masih banyak orang yang menanam dan membudidayakan tanaman ini. Daun salam yang banyak kita kenal selama ini, sering kita gunakan sebagai pelengkap bumbu untuk penyedap masakan agar terasa lebih sedap dan lezat.

Salam ( Indonesian bay leaf, Indonesian laurel, Syzygium polyanthum), adalah daun aromatik untuk bumbu di Indonesia, Malaysia, Thailand, sampai ke India. Tetapi di India sendiri, selain daun salam, dikenal pula daun tejpat, atau tejpata (Indian bay leaf, Cinnamomum tejpata). Karena masih satu genus dengan tanaman kayu manis ( Cinamumum zeylanicum, Cinamumum burmani), aroma daun tejpat, sangat berbeda dengan daun salam yang masuk famili Myrtaceae, genus Syzgium. Masakan-masakan India kebanyakan menggunakan bumbu daun tejpat.

Di Indonesia, rata-rata daun salam dipergunakan sebagai bumbu masakan karena memberi rasa enak pada masakan selain sebagai tambahan pada beberapa menu sayuran lokal. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzgium polyanthum.

Penyebaran tanaman salam dari Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah), dan 1.300 m (di Thailand).

Daun salam sangat mudah beradaptasi di daerah tropis dengan sinar matahari yang memadai serta curah hujan yang bagus. Daun salam banyak ditanami oleh penduduk Indonesia atau asia lainnya dalam rumpun Melayu sebagai rempah atau bumbu penyedap makanan. Penanaman daun salam khususnya di Indonesia kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah. Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan wanatani yang lain, terutama untuk diambil daunnya.

Di Taiwan, Arab Saudi, dan Negeri Belanda, daun salam segar dijual dalam kemasan berisi belasan lembar daun. Pembelinya, terbanyak orang Indonesia, tetapi daun salam itu bersal dari Thailand. Sebab di negeri ini, daun salam masih dipanen dari pohon-pohon yang tumbuh liar di kebun rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink